RSS

Rumah Kenangan

aku merindukan
semua serpihan kenangan
satu persatu ditahun yang telah lewat
tumbuh bersama, tertawa bersama, sedih bersama dan bertengkar bersama
tapi hidup dan masa depan harus terus dijalani
bukan melulu menengok masa lalu
sebab kita tak akan maju
cukuplah dikenang, jangan dilupakan
karena itu masa indah kita bersama

mengenangmu, P.193

Tentang do'a

Dan kitapun ingat; sebab Allah Maha Tahu;
do’a bukanlah cara memberitahuNya akan apa
yang kita butuhkan. Do’a itu bincang mesra
padaNya. Maka teruslah berbincang mesra;
hingga bukan hanya isi do’anya, melainkan
berdo’a itu sendirilah yang menjadi kebutuhan
& deru jiwa kita (Salim A. Fillah)

Mimpi tentang Pendidikan

Jika seekor anak kura-kura diuji
untuk kemampuan berlarinya maka
anda akan segera menilai anak
kura-kura tersebut sebagai anak
bodoh dan dungu di sepanjang
hidupnya.

Tapi jika yg anda uji adalah
kemampuannya dalam menjelajah
dan mengarungi samudera yg luas
hingga ribuan mile jauhnya dan
sanggup kembali ketempat asalnya
untuk berkembang biak, maka anda
akan terkagum2 oleh
kamampuannya dan tanpa sadar
akan berujar " Sungguh Luar Biasa"
dan "Sangat Jenius" !!! 

Ini adalah rangkaian kata-kata yg saya kutip dari sini.

Mimpi akan sistem pendidikan di indonesia yang dapat melihat bahwa setiap anak memiliki potensi yang berbeda, yang bila diasah sesuai bakatnya maka setiap anak dapat disebut sebagai anak yang cerdas. Keunikan setiap anak tidak bisa disamaratakan dengan sebuah ujian nasional atau sejenisnya yang hanya mengedepankan sistem nilai tanpa melihat potensi anak tersebut.

Sebelum mimpi itu terwujud, mari didik anak-anak kita yang cerdas sesuai dengan potensi dan bakat yang dimilikinya. Bukan mengedepankan sebuah nilai diatas selembar kertas.

Hibernation wake up!

*bersihbersihdebu*
Udah lama banget ninggalin blog ini dengan alasan...ga ada waktu.. oke itu cuma alasan he he
semoga selanjutnya saya lebih rajin untuk belajar menulis dan menuangkan isi kepala ini. walau senantiasa ricuh setiap saat dengan dua anal lucu-lucu berkelakuan heboh...

Patin asam pedas

Musim hujan begini enaknya bikin yg anget2 berkuah. Enaknya sop atau soto, berhubung rempong dengan segala rupa bumbu dan printilannya, belanjalah ikan patin. Dengan niat pengen masak yang gampang, pedes dan enak.

Oke udah kepanjangan pendahuluannya.

Bahan

- 500 g ikan patin segar, bersihkan kemudian potong-potong dalam ukuran satu porsi ( kecuali situ mau makan langsung besar2 juga bolee)
- 3 buah tomat hijau mengkal,belah dua
- 2 buah belimbing wuluh,iris
- 3 siung bawang merah,iris
- 3 siung bawang putih, iris
- 8 buah cabe rawit (kalo saya pakenya banyak, krn suka pedas)
- sedikit kunyit,parut saring airnya
- sedikit jahe
- 2 batang serai
- seikat daun kemangi
- minyak untuk menumis
- air secukupnya
- garam gula merica secukupnya

Cara buatnya,
Tumis bawang putih sampai harm dal minyak yang telah panas, masukkan bawang merah, tumis sampai layu. Masukkan tomat, jahe, cabe rawit utuh, batang serai yang telah di memarkan dan air kunyit. Aduk-aduk sampai harum, masukkan sedikit gula merah. Tambahkan air, didihkan.
Setelah mendidih masukkan potongan ikan patin, irisan belimbing wuluh, gula, garam dan merica.
Masak hingga ikan matang. Cicipi rasanya, kemudian masukkan daun kemangi dan matikan api.
Sajikan selagi panas dengan nasi putih hangat.

Selamat mencoba.

Akhirnya Resign..

Yup. Aku memutuskan untuk resign begitu mengetahui bahwa aku tengah mengandung anak kedua. Bukan tanpa pertimbangan matang, karena tempatku bekerja adalah sebuah laboratorium Mikrobiologi-Bioteknologi -dimana sebuah tempat yang penuh akan bahan kimia berbahaya dan kultur2 hasil rekayasa genetika. Rasanya kurang aman aja menjalani kehamilan sambil bekerja di tempat seperti itu. Yaa walaupun ada beberapa diantara rekan-rekan yang 'nekad' tetap bekerja di Lab yang harus meminimalisir kontak dengan bahan kimia, tapi... pilihanku lebih baik resign atau pindah kerja ke tempat yang lebih safe.

Setelah dinyatakan positif hamil dengan usia kehamilan kurang lebih 5 minggu, Aku segera mengajukan pengunduran diri. Tanpa proses yang rumit, sebulan kemudian resmi resign dari Lab setelah 3 tahun lebih bekerja di sana. Sedih? nggak tuh happy2 aja... sambil melihat peluang pekerjaan lain yang lebih 'ringan' , Aku memutuskan stay-at-home :)

Yang membuatku merasa sedih adalah kenyataan bahwa, begitu Aku resign, maka resign pula Fatih di daycare nya... bukan apa-apa. Sejujurnya Aku lebih bahagia karena dapat menghabiskan full day dengan Fatih. Hanya saja mungkin akan sedikit berpengaruh pada perkembangan sosialisasi Fatih karena daycare yang membesarkan Fatih sejak saat belum di sapih, hingga sekarang yang begitu pandai bersosialisasi dan tidak pernah malu saat bertemu orang asing. Dan benar, Fatih jadi agak tertutup dan enggan bermain ke luar rumah (karena tidak ada yang sebaya dengannya) tapi Aku tetap berusaha mengajaknya ke tempat teman2 yang mempunyai anak seusia Fatih, walaupun intensitasnya hanya seminggu sekali, saat pengajian pekanan. Hal ini dikarenakan Fatih baru akan masuk sekolah pada bulan Juli ini, jadi ada jeda sekitar 4 bulan Dia hanya bermain di rumah.

Tadinya aku memutuskan kembali bekerja di tempat yang bukan Lab, agar Fatih tetap di daycarenya selama Aku bekerja. Namun kenyataan mengharuskan Aku benar-benar stay-at-home plus istirahat. Memasuki minggu ke -7 Aku mengalami flek. Tidak banyak namun cukup membuat syok. Saat dokter menyatakan bahwa janinku baik2 saja, hanya mengalami plasenta letak rendah (low-lying placenta). Sehingga Aku harus banyak istirahat, tidak boleh capek sama sekali. Jadi untuk sementara Aku memutuskan tidak mengambil pekerjaan baru itu. Keputusan ini di perkuat ketika kandunganku memasuki 22 minggu, plasenta total menutupi jalan lahir.
Dokter kandungan dan Bidan menguatkanku bahwa aku harus selalu berfikir positif dan seiring denga perkembangan janin dan membesarnya rahim maka plasenta masih bisa bergeser ke atas. Amiiin...

Sekarang Aku berusaha selalu menikmati setiap kegiatanku di rumah, bersama Fatih dan calon adiknya.. banyak yang bisa kulakukan agar tidak jenuh. Aku yakin untuk saat ini, inilah pilihan terbaik yang dapat kujalani. Meskipun banyak komentar2 di luar sana yang menyayangkan Aku resign dan 'hanya' tinggal di rumah. Tapi, sekali lagi, Aku lebih menyayangi janin dalam kandunganku ini, Aku ingin menjaganya dengan melakukan yang terbaik, hingga saat melahirkannya. Jika memang harus banyak istirahat, ya kulakukan...toh tidak berat dan menyenangkan... :) Soal rezeki yang secara matematis berkurang (karena berkurangnya pendapatan) Aku yakin Allah SWT Maha Tahu.. DIA sudah menyiapkannya, saat memberikan Amanah baru ini kepada kami...

Tumbuh sehat dan kuat ya Nak... :)


Amanah baru di 5 tahun pernikahan

Sudah (hampir) 5 tahun kami menikah, Alhamdulillah banyak pelajaran-pelajaran hidup yang membuat kami dewasa, dan kemarin pagi, kami di berikan amanah baru, yaitu :

yup, i'm pregnant now... baru telat 1 minggu dari jadwal haid seharusnya (wow)... :)

Alhamdulillah,

Semoga kami bisa menjaga amanah ini dengan baik, semoga bunda dan baby-nya selalu sehat. Amin.

Aa Fatih senang sekali begitu kami beritahu akan segera punya adik bayi yang ada di perut Bunda. Tapi dengan embel-embel, "Adik bayinya perempuan ya, Aku ga mau yang laki-laki"

gubrag.