RSS
Daisypath Anniversary tickers

Tangisan Anak … T__T



Tangisan anak adalah suara musik alam yang indah


Memang kalau mendengar suara bayi menangis berjam-jam maka akan menimbulkan rasa cemas dalam diri kita, tetapi kalau anak 2 tahun menangis berjam-jam tidak berhenti padahal segala cara sudah kita keluarkan untuk membujuknya, biasanya kejengkelan lingkunganlah yang akan muncul. Pada akhirnya cara kekerasan baik secara fisik maupun verbal berupa nada ancaman sering dicobakan untuk menjadi ’senjata pamungkas’.


The Terrible Two adalah julukan yang sering dilontarkan untuk si 2 tahun yang memang sudah mulai sering menentang dan banyak ulah.

Anak ceria=Anak sehat




Buat Ibu-ibu baru (seperti saya)… yang minim pengalaman, pengetahuan dan sedang menikmati masa-masa penuh keterkejutan…

Jika seorang bayi menangis, artinya dia sedang mengkomunikasikan keinginannya, atau, keadaannya…

Jika seorang batita atau balita menangis, itu juga merupakan ungkapan komunikasi tentang ketidaknyamanannya ataupun ketidakberdayaannya ketika menginginkan sesuatu, yang kemudian tidak dimengerti oleh Ibunya.

Tips Tentang Demam atau Panas Tubuh




Ketika anda merasa tidak enak badan, maka hal pertama kali yang sering anda nilai adalah apakah tubuh anda panas atau mengalami demam.

Walaupun sebenarnya panas sendiri bukanlah penyakit itu sendiri, panas biasanya adalah tanda bahwa sesuatu sedang terjadi didalam tubuh anda. Dan sebenarnya panas sendiri tidak selalu buruk. Panas memegang peranan dalam menolong tubuh untuk melawan serangan infeksi virus atau bakteri. Jadi panas adalah suatu respon tubuh untuk melawan infeksi yang masuk ke dalam tubuh.

Mengatasi Nyeri Perut Anak Anda




Sakit perut pada bayi dan anak merupakan gejala umum dan sering kali dijumpai. Tetapi tidak semua nyeri perut bersumber dari bagian perut, dapat pula dari bagian luar perut.

Keaadaan cengeng yang berkepanjangan dan berulang paling sering menjelang sore hari selama beberapa hari terjadi pada sekitar 10% anak-anak, biasanya antara umur 2 minggu sampai 3 bulan. Keadaan ini merupakan suatu yang normal , hanya sedikit yang diketahui tentang keadaan ini , namun dianggap disebabkan oleh kembung yang disertai nyeri perut.

Keadaaan ini akan menhilang secara spontan seiring dengan usia bayi anda. Hal ini dapat diredakan dengan tindakan yang ritmis dan menimbulkan ketenangan seperti menggoyang-goyangkan tubuh bayi. Cengeng akibat perumbuhan gigi juga sering pada anak yang lebih besar.

Pada bayi dan anak manifestasi klinis nyeri perut tergantung pada umur , usia 0-3 bulan ; biasanya digambarkan dengan adanya muntah. 3bulan-2 tahun ; muntah , tiba-tiba menjerit ,menangis ,tanpa adanya trauma yang dapat menerangkannya. 2-5 tahun ; sudah dapat menyatakan sakit perut , tapi lokalisasi belum tepat. Di atas 5 tahun ; dapat menerangkan sifat dan tempat yang dirasakan sakit.

Pada bayi , sering terjadi gastroenteritis (diare) akut dan kolik, namun juga penting untuk menyingkirkan lelaianan lainnya. Pada kelompok usia prasekolah dapat disebabkan oleh gastroenteritis akut, infeksi virus, infeksi saluran kemih, apendisitis (usus buntu), radang paru, sembelit dan trauma.

Sementara anak usia sekolah sering menderita gastroenteritis akut, infeksi saluran kemih, apendisitis, trauma, radang panggul, sembelit dan radang usus.

Gambaran sakit yang khas pada apendisitis (usus buntu) , rasa sakit dimulai pada tengah-tengah perut, tidak menetap tapi berpindah ke perut kanan bawah . perut terasa nyeri jika ditekan , sering lebih hebat pada saat tangan penekan dilepaskan . keadaan ini sering disertai demam, mual, muntah dan penurunan nafsu makan.

HAL-HAL YANG HARUS DIWASPADAI DAN HUBUNGI DOKTER ANDA SEGERA :

- Nyeri perut berat lebih dari 6 jam
- Nyeri perut dengan nyeri tekan yang jelas apabila perut ditekan , khususnya saat tangan penekan dilepaskan , yang berkurang jika anak membungkuk atau bila pada anak kurang dari satu tahun.
- Muntah berwarna hijau atau darah , darah dalam tinja dengan warna hitam dan seperti ter .
- Trauma pada perut
- Penurunan kesadaran
- Pernafasan yang cepat dan dangkal
- Anak tampak menderita sakit berat
- Kemungkinan terjadi keracunan obat atau racun

Yang dapat dilakukan biarkan anak beristirahat, berikan sedikit cairan jernih. Turunkan demam dengan obat penurun panas, jangan memberi obat penghilang rasa sakit.

Protes dan celoteh Anak, serta rasa keingin-tahuan yang sangat tinggi

“Buda (bunda)…itu apa?”

Tanya Fatih suatu ketika dari ruang tamu rumah kami, sambil kepalanya melongok keluar jendela mendengar sesuatu yang lewat dan menarik perhatiannya.

“Ooh… itu tukang gorengan nak…”

“Goeng (Goreng)..apa?” Tanyanya lagi,

“Gorengan tempe” Jawabku

Belum puas juga, dia masih bertanya,

“Tempe apa?”

“mmmm….tempe bandung” Jawabku, sambil mikir, duh ni anak masih nanya gak,

“Bandung apa?” Tuh kan. Dijawab apa nih.

“Bandung kota” sambil mikir, ntar aku harus jawab kota apa,,,

Belum puas juga Anakku ini, “Kota apa Buda (Bunda)…?”

“Ya kota bandung!” Antara pengen ketawa, bingung, koq ga ada puasnya,

“Yee…Buda, bandung apa?” ya aku balik lagi menjawab, bandung kota, kota bandung…kayaknya sampe dia puyeng. Ni koq bundanya ga kreatif banget sih coba ngasih jawaban bulak-balik bikin die bingung kali ye…

Wakakakak dan sederet kejadian-kejadian serupa, baik dengan aku maupun Ayahnya. Kadang dia puas dengan jawaban kami, kadang masih ngedumel sendiri…(Anak kecil udah bisa ngedumel loh!)  “yee Buda maah…” itu tandanya dia gak puas dengan jawabanku. Hihi maaf ya nak.

Suatu ketika sedang jalan-jalan sekitar kompleks,

“Budaaa…liaaat…kuciiing….lagi guing-guing (guling-guling)”

“Oh iya nak,” dan sedetik kemudian dia sudah berada didekat kucing tersebut, kemudian menendangnya (OMG!), karena kebetulan tu kucing posisinya didekat got, dan..terceburlah kucing malang itu, (walopun tu kucing langsung bisa naek kembali sih, untungnya)

“Kok kucingnya jatoh Buda?” tanyanya kemudian, tentunya dengan muka polos, tanpa dosa, tanpa ngerasa barusan dia yang nendang itu kucing, sampe jatoh pula.

(bingung nyari kata yang pas, pengen nasehatin,tapi yang bisa dia fahami)

“Ya jatoh nak, kucingnya kan Fatih tendang, makanya biar ga jatoh, kucingnya dibiarin maen aja ya, Fatih ga usah nendang kucingnya”

“Oooo…” Fatih cuma ber “o” ria, entah dia akan nurut apa nggak kalo suatu ketika ketemu kucing lagi yang bikin dia gemes. Solusinya kalo lagi papasan sama kucing aku segera menggendong Fatih dan membawanya jauh2 dari kucing. Pernah juga ada kejadian dia dicakar habis2an sama kucing yang lagi anteng tidur, dia dengan iseng narik2 ekornya dengan gemes…dduuuh… ngeri banget kan? Waktu umur 1,5 tahun juga dia menginjak badan kucing sampe ru kucing berontak, untungnya …gak sampe digigit.

(Mungkin dia berfikir, ni kucing kalo diinjek jadi gimana ya?)

O ia, menyambung dengan jawaban yang kuberikan pada Fatih, “agak” berbelit-belit amat ya jawabnya, habisnya sebisa mungkin aku menghindari kata “jangan”. Berdasarkan pengalaman, semakin aku bilang “jangan” maka semakin tertantang bagi dia untuk melakukannya! (Kayaknya puas ato gimana gitu..)

“Fatih, jangan tumpahin air…”

Malah dia tumpahin, seisi rumah malah dia siram pake air, sambil ketawa2 cekikikan, bikin bundanya sewot.

Contoh lainnya, “Fatih jangan dilempar” Ya, malah dia lempar…

“Jangan manjat…!” Malah manjat, tinggi pula, teralis rumah sampe atas dia bisa panjat sendiri…

(Ya Allah…padahal anakku baru satu…Kok berasa punya anak sepuluh….*lebaybanget*)

Ya, weis… sekarang aku selalu berfikir dengan kata-kata cantik yang terbaik untuk mengatakan kepada dia, melarang hal yang membahayakannya dll…

Dan setiap kami berjalan, sepulang aku kerja dan dari tpa-nya… menemukan hal yang menarik bagi dia dijalan…dia pasti akan mengajukan “pertanyaan-berantai-ajaibnya”

“Buda…kok bau sampah sih?”

“hmm…karena sampahnya udah busuk”

“Kok busuk?”





dst.

Alhamdulillah ya Allah, Engkau karuniakan kepada kami, Anak yang sangat cerdas…

lama tak ditulis...


ehm... nulis apa ya, udah lama ga nulis cerita tentang fatih, banyak sekali kejadian antara lain; Fatih sempat sakit (mau tumbuh gigi geraham) yang sampai sekarang belum selesai juga pertumbuhan gigi nya :((
Cerita lain tentang fatih, bisa juga dilihat di http://bundafatihrizky.wordpress.com

Yang jelas fatih sekarang sudah mulai ceria lagi main di tpa nya...

Love u fatih....

Foto box yang kacau

Beberapa minggu yang lalu, tiba-tiba aku ingin sekali berfoto dengan fatih, mengingat foto-foto dia sudah jadul alias masih pose dan penampakan dia yang lama. Terakhir fatih difoto ketika lebaran kemarin di rumah omma-nya...
Penting ya fatih selalu difoto? Jelas penting, karena fatih kadang gemuk dg pipi yang sangat chubby, eh bisa juga dia nampak kurusan...

Nah, berangkatlah kami (aku dan fatih) ke foto box dekat kampus kami, namun tak dinyana, semangat 45 ku untuk membuat fatih berpose luntur abis... hal ini dikarenakan tingkah polahnya yang begitu penasaran dan ingin tahu di dalam fotobox itu, pencet sana, pencet sini, mondar-mandir gak mau diam untuk berpose menghadap kamera...duuhh...maksa banget kali ya aku... akhirnya setelah aku belepotan keringat, aku berhasil mendapatkan 3 pose kami berdua..dan pose ini ga bisa dibilang.....bagus...atau fokus...ditambah kami yang mungkin gak fotogenik...
ancur...ancur....