Apa sich arti ’sesungguhnya’ tentang kesungguhan itu?
Sungguh, terkadang ketika kita -sebagai manusia biasa- jika sudah kelewat jenuh atau bete dengan segala rutinitas baik pekerjaan atau kegiatan sehari-hari, atau sedang menghadapi berbagai masalah yang -sepertinya tak berkesudahan, maka, akan tampak dalam diri kita menjadi sosok yang menjadi amat-sangat-sensitive atau malas-ngapa-ngapain, atau juga jadi mengerjakan segalanya dengan-asal-asalan dan sebagainya dan sebagainya… you know lah…
